Uncategorized

30 Ribu Fans Liverpool Diklaim akan Langgar Social Distancing kalau Laga Digelar di Anfield

Eks pemain Liverpool, Jason McAteer, merasa cemas jika partai sisa Premier League 2019/20 dimainkan di markas masing-masing tim. Sebab ia yakin fans akan melanggar aturan social distancing.

Sebelum ini, presiden Brighton & Hove Albion sempat memprotes ‘Project Restart’ yang diusung penyelenggara Premier League. Yang ia soroti adalah aturan bahwa tim tidak boleh menggelar laga di markasnya sendiri.

Aturan itu sendiri punya alasan kuat. Penyelenggara khawatir kalau fans akan mengunjungi stadion untuk mendukung tim kesayangannya meski pertandingan digelar tanpa penonton.

Jelas, itu akan melanggar aturan social distancing yang ditetapkan pemerintah Inggris untuk memerangi penyebaran virus Corona. Namun presiden Brighton percaya bahwa fans tidak akan mengunjungi stadion dan melanggar aturan itu.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.1 dari 2

30 Ribu Fans Siap Ramaikan Anfield

McAteer mengemukakan pendapatnya yang berseberangan dengan milik presiden Brighton. McAteer percaya kalau fans Liverpool akan menampakkan batang hidungnya di sekitaran Anfield untuk merayakan keberhasilan the Reds menjuarai Premier League musim ini.

“Jika Liverpool menjuarai liga di Anfield tanpa seorang pun di dalam, 30 ribu orang atau lebih akan berdatangan ke luar stadion untuk merayakan karena sekarang kami semua tidak menyadari betapa buruknya situasi ini,” ujarnya ke Gambling.com.

“Semuanya menantikan momen ini 30 tahun, sudah ada upaya untuk membangunnya [perayaan], sudah hampir dipastikan, semuanya sedang bersuka ria dan tidak ada yang ingin melewatkan. Akan ada banyak orang di jalanan untuk merayakan,” lanjutnya.2 dari 2

Mustahil Bisa Diatasi Polisi

McAteer percaya pihak kepolisian takkan mampu mengatasi keramaian yang ditimbulkan fans Liverpool. Oleh karena itu, ia percaya pertandingan yang digelar di tempat netral bisa menjadi tindak pencegahan.

“Meski kami semua punya pengetahuan yang lebih soal virus ini sekarang, itu masih bisa terjadi. Jadi satu-satunya jalan untuk menghindari masalah itu adalah menjalankan pertandingan di tempat netral,” tambahnya.

“Dari perspektif Liverpool, jika mereka melanjutkan sisa pertandingan di Anfield dan memenangkan gelar di sana, orang-orang akan berkumpul. Mustahil [bisa diatasi] polisi. Dari sudut pandang keselamatan, kami tidak bisa mengambil resiko itu,” pungkasnya.

Kekhawatiran itu juga pernah diutarakan oleh walikota Liverpool. Namun, pernyataan dari sang walikota dibantah oleh klub yang meyakini bahwa fans akan takkan bertindak gegabah dan mematuhi aturan social distancing.

(Goal International)